Bimtek Pertama Program Be Safe: Gerakan Sekolah Bersih, Sehat, Asri, Fungsional, dan Estetik di SMPN 15 Kota Bima

SMPN 15 Kota Bima menggelar bimbingan teknis (bimtek) pertama untuk program “Be Safe: Gerakan Sekolah Bersih, Sehat, Asri, Fungsional, dan Estetik” pada 10 Februari 2025. Kegiatan berlangsung hangat di aula sekolah dan dihadiri oleh guru, pegawai tata usaha, tokoh masyarakat, perwakilan dinas terkait, serta perwakilan komite sekolah. Bimtek ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi seluruh warga sekolah.

Kepala sekolah membuka acara dengan sambutan ramah dan motivasi. Ia menekankan bahwa program Be Safe bukan sekadar slogan, melainkan panduan praktis yang harus diterapkan secara konsisten. “Lingkungan yang bersih, sehat, asri, fungsional, dan estetik membantu siswa merasa nyaman, aman, dan termotivasi. Semua elemen sekolah punya peran penting untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Narasumber dalam bimtek memaparkan lima pilar program secara rinci: kebersihan dan sanitasi, kesehatan dan perilaku hidup bersih, penghijauan dan keindahan lingkungan, pemeliharaan fasilitas fungsional, serta penataan estetik yang ramah anak. Setiap sesi menghadirkan contoh langkah konkret yang mudah diterapkan, seperti sistem jadwal piket terstruktur, penyediaan tempat sampah terpilah, program pemeriksaan kesehatan berkala, penanaman tanaman peneduh dan obat di sekitar sekolah, serta perbaikan sarana agar lebih aman dan ramah pengguna.

Sesi praktik menjadi bagian menarik acara. Peserta dibagi kelompok untuk merancang rencana aksi kelas dan zona sekolah, termasuk pembuatan sudut kebun kelas, penempatan kebijakan “jalan aman” di area bertumpuk anak, dan ide kreatif untuk menghias koridor dengan karya siswa. Pelatihan juga mencakup cara melakukan audit kebersihan sederhana dan checklist pemeliharaan fasilitas sehingga kerusakan dapat terdeteksi dini dan cepat ditangani.

Diskusi interaktif berlangsung produktif. Guru dan pegawai TU aktif mengusulkan solusi praktis sesuai kondisi sekolah, misalnya pengaturan jadwal piket yang adil, rotasi tugas perawatan taman, serta sistem pelaporan kerusakan yang mudah diakses. Tokoh masyarakat memberi dukungan moral dan menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menjaga kebersihan dan keselamatan anak di sekolah. Perwakilan dinas turut memberikan arahan teknis dan membuka peluang dukungan, seperti bantuan alat sanitasi atau program penghijauan dari pemerintah daerah.

Komite sekolah menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Be Safe. Mereka mengusulkan pembentukan tim kecil pengawas program yang melibatkan perwakilan guru, komite, dan masyarakat untuk memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan berkelanjutan. Usulan ini diterima positif karena diharapkan dapat menjaga akuntabilitas dan memotivasi keterlibatan aktif semua pihak.

Bagian estetik mendapat perhatian khusus dalam diskusi karena dinilai berperan dalam membangun suasana belajar yang menyenangkan. Peserta membahas pemilihan warna ramah anak untuk ruang kelas, pemasangan papan informasi kreatif berisi karya siswa, serta penataan area bermain yang aman namun menarik. Ide-ide ini dipandang penting untuk menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap sekolah mereka.

Di akhir acara, panitia merumuskan rencana tindak lanjut: penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan kebersihan, pemasangan tempat sampah terpilah, pelatihan lanjutan bagi petugas kebersihan, penanaman pohon dan tanaman obat, serta audit berkala fasilitas. Semua pihak sepakat menjadikan Be Safe sebagai gerakan bersama yang melibatkan guru, pegawai, siswa, orang tua, komite, dan masyarakat sekitar.

Bimtek pertama pada 10 Februari 2025 ini berhasil menumbuhkan semangat kolektif di SMPN 15 Kota Bima. Dengan rencana konkret dan komitmen lintas pihak, diharapkan lingkungan sekolah akan semakin bersih, sehat, asri, fungsional, dan estetik — tempat yang aman dan menyenangkan bagi tumbuh dan belajar para siswa.