Hari Ketiga MPLS: Literasi Digital, Bahaya NAPZA, dan Identifikasi Kondisi Awal Siswa Baru
SMPN 15 Kota Bima — Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 15 Kota Bima berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan suasana hangat dan penuh perhatian. Pada hari ini, rangkaian kegiatan difokuskan pada pemberian materi penting tentang literasi digital dan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta identifikasi kondisi siswa baru untuk memastikan kebutuhan akademik dan non-akademik mereka tertangani sejak dini.
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan salam sapa yang diselenggarakan panitia MPLS bersama OSIS di halaman sekolah. Sambutan singkat dari panitia mengajak siswa untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian hari ini. Salam sapa bertujuan membangun suasana akrab dan memberi kesempatan siswa baru merasa diterima oleh lingkungan sekolah.
Sesi pertama hari itu adalah materi literasi digital. Materi menekankan etika bermedia sosial, pengelolaan jejak digital, bahaya penyebaran informasi palsu, serta keamanan data pribadi. Melalui presentasi interaktif dan studi kasus singkat, siswa diajak berdiskusi tentang perilaku aman saat mengakses internet dan menggunakan gadget.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
- Cara memeriksa kebenaran informasi dan sumber berita sebelum membagikan.
- Pengaturan privasi di media sosial untuk melindungi data pribadi.
- Dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kesehatan fisik dan konsentrasi belajar.
- Etika berkomunikasi online: bahasa sopan, tanggung jawab unggahan, dan menghindari cyberbullying.
Sesi berikutnya fokus pada materi bahaya NAPZA yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling sekolah. Materi ini mengupas jenis-jenis NAPZA, faktor risiko, tanda-tanda awal penyalahgunaan, dampak kesehatan dan sosial, serta pentingnya mencari bantuan bila menemui masalah.
Siswa diberi contoh situasi dan diminta berdiskusi tentang bagaimana menolak ajakan berbahaya, serta pentingnya melaporkan kasus atau kekhawatiran kepada guru atau petugas BK. Materi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai informasi kontak layanan bantuan di lingkungan sekolah dan kota.
Sejalan dengan upaya pembinaan menyeluruh, Salah satu guru melaksanakan proses identifikasi kondisi siswa baru. Kegiatan ini berupa pengisian formulir singkat dan sesi konsultasi untuk mendata kebutuhan akademik, kesehatan, dan sosial emosional siswa. Data awal ini berguna untuk merancang pendampingan yang tepat, misalnya program remedial, rujukan layanan kesehatan, atau penyesuaian dukungan khusus.
Identifikasi dilakukan secara tertib dan menghormati privasi siswa. Pendekatan personal ini dimaksudkan agar setiap siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman dan dukungan yang sesuai sejak hari-hari pertama.
Panitia dan guru berharap rangkaian kegiatan hari ketiga ini membantu membentuk kebiasaan positif, meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya NAPZA, dan memastikan tidak ada siswa yang terabaikan dalam masa transisi ke lingkungan sekolah. Dengan langkah identifikasi dan edukasi yang berkelanjutan, SMPN 15 Kota Bima menyiapkan fondasi yang kuat bagi keberhasilan akademik dan kesejahteraan siswa sepanjang tahun ajaran 2026/2027.