Screening Kesehatan oleh Puskesmas Kumbe di SMPN 15 Kota Bima

SMPN 15 Kota Bima bekerja sama dengan Puskesmas Kumbe menyelenggarakan screening kesehatan untuk seluruh siswa pada Sabtu, 18 Juli. Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan dasar siswa, mendeteksi dini masalah seperti anemia dan hipertensi, serta memberi edukasi singkat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Suasana kegiatan berlangsung hangat, teratur, dan mendapat sambutan antusias dari murid.

Screening dimulai pada pagi hari di aula sekolah. Petugas Puskesmas Kumbe yang terdiri dari tenaga kesehatan profesional menjelaskan alur pemeriksaan dan manfaatnya kepada siswa dan wali murid. Setiap siswa menerima nomor antrian sehingga proses berjalan tertib dan cepat. Kepala Sekolah menyampaikan kata sambutan singkat, menekankan pentingnya deteksi dini untuk menjaga kesehatan siswa sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal.

Rangkaian pemeriksaan utama pada hari itu meliputi pengukuran kadar hemoglobin (HB) dan pemeriksaan tekanan darah (tensi). Untuk cek HB, petugas mengambil sampel darah kecil dengan prosedur yang aman dan higienis. Hasil awal diperoleh cepat sehingga petugas dapat memberikan informasi apakah siswa berada pada kisaran normal atau memerlukan tindak lanjut. Pemeriksaan tensi dilakukan menggunakan alat tensimeter digital oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman. Siswa yang memiliki hasil di luar batas normal dicatat untuk pemantauan lebih lanjut dan diberi saran langsung oleh petugas kesehatan.

Selain pemeriksaan, petugas Puskesmas juga memberikan edukasi singkat mengenai makanan bergizi, pentingnya istirahat cukup, dan kebersihan pribadi. Sesi ini dilakukan secara interaktif; siswa dapat mengajukan pertanyaan seputar gejala yang mereka rasakan, cara mencegah anemia, serta langkah-langkah sederhana menjaga tekanan darah tetap stabil. 

Dengan selesainya kegiatan screening kesehatan ini, SMPN 15 Kota Bima semakin menegaskan komitmennya pada kesehatan dan kesejahteraan siswa. Pemeriksaan cek HB dan tensi bukan hanya menemukan potensi masalah kesehatan sejak dini, tetapi juga menjadi momen edukasi penting bagi siswa tentang pola hidup sehat. Sekolah berharap hasil kegiatan ini akan mendorong langkah pencegahan dan perbaikan gizi bagi siswa sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan kondisi fisik yang prima.