Koper Metik Kembali Aktif : Kotak Pelaporan untuk Menekan Tindak Kekerasan di SMPN 15 Kota Bima

SMPN 15 Kota Bima — Program Koper Metik, mekanisme kotak pelaporan untuk menekan tindak kekerasan, resmi diberlakukan kembali sejak awal tahun pelajaran ini. Pengaktifan ulang yang dimulai pada Kamis, 23 Juli, menegaskan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.

Koper Metik adalah wadah pelaporan sederhana namun efektif yang dirancang untuk menerima laporan terkait bullying, kekerasan fisik maupun verbal, dan pelanggaran lain yang mengancam keselamatan siswa. Kotak-kotak pelaporan ditempatkan pada titik strategis di area sekolah agar mudah diakses oleh siswa, namun tetap menjaga kerahasiaan pelapor. Setiap laporan yang masuk akan ditangani oleh tim khusus yang sudah dibentuk, terdiri dari guru, tenaga kependidikan, perwakilan komite, dan konselor sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 15 Kota Bima menyatakan, pengaktifan kembali Koper Metik bertujuan memperkuat pencegahan dan penanganan kasus kekerasan sejak semester awal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak merasa aman saat belajar di sini. Koper Metik memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan masalah tanpa takut,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa penanganan laporan akan dilakukan dengan pendekatan ramah anak, menjaga privasi, dan mengedepankan pemulihan korban.

Hingga hari pengaktifan, pihak sekolah belum menerima laporan besar, namun beberapa isian bersifat pengaduan kecil yang langsung ditindaklanjuti dengan pendekatan edukatif. Kepala sekolah menyampaikan harapan agar Koper Metik tidak hanya menjadi alat pelaporan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mendorong siswa saling menjaga dan bertanggung jawab.

Dengan pengaktifan kembali Koper Metik sejak 23 Juli ini, SMPN 15 Kota Bima memperlihatkan langkah proaktif untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan siswa. Sekolah mengajak seluruh civitas akademika — guru, pegawai, siswa, orang tua, dan masyarakat — untuk bersama-sama mendukung program ini sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih aman, ramah anak, dan kondusif untuk berkembang.