Merawat Lingkungan Belajar : Be Safe kembali aktif.

SMPN 15 Kota Bima — Program Be Safe: Gerakan Sekolah Bersih, Sehat, Asri, Fungsional, dan Estetik kembali aktif di lingkungan SMPN 15 Kota Bima. Pengaktifan ulang program ini menjadi langkah strategis sekolah untuk memperkuat kualitas lingkungan belajar sehingga siswa merasa aman, nyaman, dan termotivasi dalam proses pembelajaran.

Program Be Safe menekankan lima pilar utama: kebersihan, kesehatan dan perilaku hidup bersih, penghijauan dan keindahan lingkungan, fasilitas yang fungsional, serta penataan estetik yang ramah anak. Sejak kembali diberlakukan, sekolah telah melakukan serangkaian kegiatan awal seperti pemasangan tempat sampah terpilah, penataan ulang area taman, pemeriksaan kondisi toilet dan ventilasi kelas, serta sosialisasi kepada guru, pegawai tata usaha, dan siswa mengenai peran serta tanggung jawab masing-masing.

Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pengaktifan kembali Be Safe merupakan jawaban atas kebutuhan untuk menjaga kelangsungan lingkungan sekolah yang mendukung pembelajaran. “Kami ingin lingkungan yang sehat dan estetik bukan hanya menjadi cita-cita, tetapi bagian dari budaya sekolah sehari-hari. Dengan melibatkan semua pihak, perubahan kecil yang konsisten akan membawa dampak besar bagi kenyamanan anak-anak,” ujarnya ramah. Penerapan program dilandasi pendekatan partisipatif. Guru dan pegawai TU dilibatkan dalam penyusunan jadwal piket yang lebih adil dan terstruktur, sehingga tugas pemeliharaan kebersihan tidak hanya dibebankan pada satu kelompok. 

Dari sisi fungsional, sekolah melakukan audit sederhana terhadap fasilitas: memperbaiki meja dan kursi yang rusak, memastikan penerangan dan ventilasi memadai, serta menata ulang ruang penyimpanan alat tulis dan inventaris. Program Be Safe yang kembali aktif menerapkan mekanisme evaluasi berkala. Dengan Be Safe aktif kembali, SMPN 15 Kota Bima berharap lingkungan sekolah semakin bersih, sehat, asri, fungsional, dan estetik. Sekolah mengajak seluruh civitas akademika — guru, pegawai, siswa, orang tua, dan masyarakat — untuk terus bekerja sama menjaga dan mengembangkan gerakan ini demi terciptanya suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi semua siswa.