LaBora: Inovasi Pembelajaran IPA Terobosan SMPN 15 Kota Bima, Hasil Kolaborasi Guru dan Mahasiswa Kampus Mengajar

Kota Bima, 14 April 2024 – SMPN 15 Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inovatif dengan peluncuran LaBora (Laboratorium Virtual untuk Pembelajaran IPA). Inovasi yang menjanjikan ini merupakan buah kolaborasi apik antara guru penggerak dan talenta muda dari program Kampus Mengajar, yang diinisiasi dan digerakkan oleh Ibu Alif Tulusiyah Anggraini, S.Pd. sebagai ketua tim, dan Muhammad Farid sebagai sekretaris tim yang juga merupakan mahasiswa Universitas Sumbawa (UNSWa).
Terciptanya LaBora berawal dari keinginan kuat tim untuk mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium konvensional dan memberikan pengalaman praktikum yang lebih merata serta interaktif bagi seluruh siswa. "Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa, di mana pun mereka berada, memiliki akses untuk menjelajahi keajaiban sains melalui eksperimen," ungkap Ibu Alif Tulusiyah Anggraini. "LaBora adalah jawaban kami untuk tantangan tersebut."
Peran Muhammad Farid, mahasiswa UNSWa yang tengah menjalankan program Kampus Mengajar di SMPN 15 Kota Bima, menjadi kunci dalam pengembangan teknis dan manajerial inovasi ini. "Saya sangat senang bisa berkontribusi dalam proyek LaBora. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pendidikan di Bima," tutur Farid. Keahliannya dalam bidang teknologi dan manajemen proyek melengkapi visi pedagogis yang dibawa oleh Ibu Alif.
LaBora adalah platform laboratorium virtual yang memungkinkan siswa melakukan berbagai percobaan IPA secara digital. Dengan fitur simulasi interaktif, siswa dapat bereksperimen, mengamati fenomena, dan menganalisis data layaknya di laboratorium fisik, namun dengan fleksibilitas akses yang lebih tinggi.
Tim inovasi LaBora telah merancang serangkaian tahapan implementasi yang matang, dimulai dari uji coba internal, bimbingan teknis bagi para guru, sosialisasi menyeluruh kepada siswa, hingga penerapan aktif di kelas dan evaluasi berkala. Kolaborasi antara Ibu Alif sebagai pemimpin visioner dan Muhammad Farid yang cekatan dalam eksekusi teknis, menjadikan tim ini sebagai contoh ideal bagaimana sinergi berbagai pihak dapat melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak positif.
Dengan LaBora, SMPN 15 Kota Bima tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, tetapi juga menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan visi Kurikulum Merdeka yang lebih adaptif dan menyenangkan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Indonesia.